Selamat Datang

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

7 Oktober 2011

Krisis Global Bikin Ekonomi Warga Eropa dan AS Jungkir Balik

Oleh: Respati Wasesa Afandi


"Krisis ekonomi di Eropa dan As membawa dampak buruk bagi warga negara mereka. Warga Eropa dan AS yang sebelumnya makmur, kiniharus menerima kenyataan pahit akibat krisis yang menyungai ini. Beberapa tunjangan pemerintah untuk masyarakat terancam berhenti, seperti tunjangan pajak, kesehatan, dan pendidikan."

22 Januari 2010

Waduh! Rupiah Dekati 9.400


JAKARTA, EPICENTRUM - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jumat (22/1/2010) pagi merosot mendekati angka Rp 9.400 per dollar AS, karena pelaku pasar berlanjut melepas rupiah.

"Tertekannya rupiah karena aksi profit-taking, akibat usai pengaruh efek Januari, yang didukung kebutuhan dollar menjelang akhir bulan ini," kata Dirut Finan Corpindo Nusa, Edwin Sinaga di Jakarta, Jumat.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah hingga 85 poin menjadi Rp 9.365-Rp 9.375 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.280-Rp 9.290.

Edwin mengatakan, penurunan rupiah diperkirakan bersifat sementara sepanjang likuiditas pasar modal masih tinggi. Karena pelaku asing masih tetap bermain di pasar, mereka saat ini sedang menikmati keuntungan dari kenaikan rupiah beberapa waktu lalu. (sumber:KOMPAS.com)

5 Januari 2010

FTA, Tanjung Perak 24 Jam Nonstop


SURABAYA,EPICENTRUM - Menyambut berlakunya perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China per 1 Januari 2010, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya akan membuka layanan bongkar muat 24 jam nonstop. Agar arus bongkar muat barang lancar, tenaga kerja bongkar muat juga akan ditambah.

"Saat ini waktu tunggu bongkar muat masih relatif lama sekitar tiga hingga lima hari. Karena itu tenaga kerja bongkar muat (TKBM) akan ditambah dari satu shift menjadi dua shift. Upah mereka akan disesuaikan dengan hasil prestasi kerja," kata Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Cholik Kirom, Senin (5/1/2010) di Surabaya.

Menurut Cholik, setiap hari jumlah kapal yang keluar masuk alur ke Pelabuhan Tanjung Perak mencapai 150 kapal. Diperkirakan, dengan berlakukan perjanjian pasar bebas ASEAN-China maka jumlah kapal yang akan singgah ke Pelabuhan Tanjung Perak meningkat.

Sementara itu, Kepala Humas Pelindo III Iwan Sabatini mengatakan, bertepatan dengan berlakunya pernjanj ian pasar bebas kini telah dibangun terminal multiguna Nilam di Pelabuhan Tanjung Perak. Terminal multiguna ini diharapkan mampu menampung ledakan bongkar muat baik dari terminal petikemas internasional maupun domestik.

"Waktu bongkar muat domestik memang masih agak lama karena terkendala cuaca dan banyak kapal yang masih harus menunggu muatan penuh agar bisa jalan. Tapi, untuk waktu bongkar muat kapal internasional rata-rata sudah agak cepat mencapai 19 jam hingga 20 jam," ujarnya.

Di Pelabuhan Tanjung Perak ada tiga operator yang melayani penampungan petikemas, yaitu PT Terminal Petikemas Surabaya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia, dan Terminal Konvensional PT Pelindo Cabang Tanjung Perak.

Hambatan

Iwan mengakui, saat ini ada empat masalah besar yang menjadi hambatan arus transportasi menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Hambatan tersebut adalah alur pelayaran yang dangkal, keberadaan pipa gas PT Kodeco Energy Co Ltd, banyaknya bangkai kapal di alur pelayaran, dan keberadaan kabel listrik PLN di dalam laut.

"Alur pelayaran saat ini mendesak untuk ditata ulang. Jika tidak, maka kapal-kapal luar negeri berukuran ribuan ton akan sulit masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak," ucapnya.

Pasokan lambat

Sementara itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Jatim Chairul Djaelani mengatakan, khusus untuk angkutan darat, permasalahan menonjol transportasi darat di Jatim adalah minimnya ketersediaan layanan transportasi. Karena itu, di wilayah Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan akan dikembangkan kereta api untuk mengatasi kebutuhan transportasi massal.(sumber: KOMPAS.com)

14 Maret 2008

Bhakti Investama Lepas Adam Air


JAKARTA--Epicentrum: PT Global Transport Service yang merupakan anak perusahaan PT Bhakti Investama Tbk menarik 50% saham PT Adam Sky Connection (Adam Air).
“Wakil GTS di manajemen Adam Air Gustiono Kustianto menjelaskan, alasan utama pelepasan saham itu antara lain karena tidak adanya perbaikan safety di maskapai tersebut. "Dari sejak kita masuk tidak ada perbaikan," ujar Gustiono yang juga Wakil Direktur Utama Adam Air merangkap Direktur Keuangan Adam Air, di Jakarta, Jumat (14/3).
Selain itu, Adam Air juga dinilai tidak transparan dalam pengelolaan manajemen. Padahal, ujarnya, semestinya Adam Air menerapkan good corporate governance jika ingin berkembang lebih baik.
Namun Gustiono belum memastikan kapan penarikan investasi itu akan dilakukan.
Bhakti Investama membeli 50% saham Adam Air April 2007 lalu. Pembelian dilakukan melalui konsorsium. Saham GTS senilai Rp147,5 miliar atau 19% dan investor lain, Five Star 31%.
Perwakilan Adam yang lainnya, yaitu Direktur Komunikasi Danke Drajat, kabarnya juga sudah ditarik kembali ke stasiun milik Rajawali Citra Televisi Indonesia yang masih satu grup dengan Bhakti Investama, RCTI. (Slv/OL-2/E-1)